1/17/2015

Snow Mountain

Layaknya malaikat turun dan langit untuk memberantas kejahatan
Di setiap kedatangannya memberikan kebahagiaan
Seperti susu yang membanjiri dunia ini
Di setiap mata memandang hanya terlihat warna putih berseri
Di balik keindahannya terdapat sejuta misteri

Selaras Kembali

Mata dipejam kata tertanam.. Buta… Buram…
Dibuai santun perangai Anggun, lalai~tertegun.
Mimpi panjang memanah, menepi siang-siang tengah.
Tatapan nanar hasilkan debar menekan nalar.

1/05/2015

Rencana

Tertata rapi, terencana dengan akumulasi yang tepat dan berjalan kondusif.

1/03/2015

Peluh

Malam semakin memejam
Sisa nafas manusia semakin dalam
Bagian dari kita pasti telah tenggelam
Lelap dan diam

1/02/2015

Kita Beda

Adzan subuh berkumandang, dan bulan bersiap menemui batas waktunya.

12/30/2014

Pengagum Rahasiamu

Kau sangatlah indah dan mempesona
Senyum indahmu itu membuat hari-hariku terasa sempurna
Sampai aku tak dapat membandingkanmu
Bahkan Aphrodite pun iri akan kecantikanmu

12/27/2014

Aporia

Jika caramu memandang cinta berdasar pada apa yang diciptakan orang lain, itu bukan cinta.
Menjadi ideal karena semata-mata pemikiran orang lain, itu bukan cinta.

Cinta melihat dengan mata hati sendiri – bukan dengan orang lain.
Pandanglah ia seperti apa yang kau rasakan – bukan apa yang mereka katakan.
Rawatlah ia seperti apa yang kau inginkan – bukan apa yang mereka contohkan.

Cinta seperti apa kita merasa dan memandangnya.
Ikuti kata-kata mereka, maka takkan kau temukan kebahagiaanmu.
Lakukan yang mereka contohkan, maka kau akan membelenggu cintamu.

Seperti keledai, mereka menuntunmu ke satu arah.
Mereka yang berbicara tentang idealisme cinta.
Mereka yang menggurui tentang bagaimana cinta seharusnya diperlakukan.
Mereka yang menghakimi cinta yang tak mereka miliki.

Mereka.
Para penjual opini cinta.
Para penyair sajak-sajak cinta bertutur ratna mutu manikam yang menjual mati-matian karyanya.
Para tolol berlagak dewa yang menggariskan apa yang seharusnya dilakukan cinta.

Ikuti mereka.
Maka hanya akan ada kepalsuan yang diatas-namakan cinta dalam hatimu.

Bahagia dalam dunia dengan aturan-aturan cinta yang mereka buat?
Bukan begitu caraku memperlakukan cinta.
Aku menghidupkan cintaku di dalam dunia dengan aturan-aturanku – bukan aturan mereka.

Aku tak berharap kau juga begitu.
Aku tak berharap kau-yang-mengagungkan-teori-teori-cinta-mereka juga begitu.

Untuk apa mencintai cinta yang jiwanya terbelenggu oleh gemerlapnya idealisme cinta orang lain?
Menghamba dengan pongkah terhadap nilai-nilai yang mereka sebarluaskan.

Aku tak berharap kau menjadi sepertiku.
Aku tak berharap kau-yang-memuja-nilai-nilai-cinta-mereka menjadi sepertiku.

Karena di saat kau tanggalkan prinsip kebebasanmu dalam mencintai cinta,
Di saat itulah kututup duniaku untukmu.



-  A.K.N.  -